Postingan

Part 11

everyone is fake aku ingin pergi bingung dengan diriku sendiri Jakarta kereta makan sendirian ramai tapi sunyi lamunan pantai aku ingin menangis, tapi mata berkata ia enggan terlihat basah hatiku sakit. sakit sangat dalam, aku mengerang tanganku mengepal gemetar kepalaku setia menerima dihujami kepalan tangan, tak menolak, hanya diam. geraian rambutku menawari jari-jari tanganku mengusap dari pangkal ke ubun-ubun, meremas dan menarik. rontok. nafas. latihan pernafasan katanya.

Part 10

Insomnia Bukan. Aku mengantuk aku ingin tidur tapi sesuatu menahanku untuk menutup mata. Aku lelah, tapi aku tak bisa jatuh terlelap. Kuputuskan untuk minum kopi dini hari Kopiku tak bertahan lama, akhirnya jam 2 pagi aku tertidur Pagi hari ku terbangun. Sunyi senyap. Semua orang sudah meninggalkan rumah untuk beraktivitas. Kini tinggal aku sendiri di rumah Aku merasa moodku ada yang salah. Jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Keringat hyperhidrosisku keluar seharian. Aku buka spotify dan bernyanyi keras2 Aku merasa hari ini sangat bahagia Padahal tak ada hal membahagiakan yg terjadi. Harusnya aku bosan, karena terus2an di rumah, dan sekarang aku kesepian. Tapi perasaan senang ini terus muncul, hingga aku merasa ingin melakukan hal ini itu. Aku menyanyi, aku melakukan skincare, aku mencatok rambutku Aku bahagia Jantungku tak mau berhenti bersorak Tapi aku tak tau dari mana datangnya perasaan senang ini. Yang jelas aku merasa bahagia.

Part 9

Menjatuhkan orang lain Beruntungnya aku, temanku baik Tak membiarkan aku jatuh Tak menjatuhkan aku Sialnya aku, Orang terbaikku membuatku jatuh Tersayang, menjatuhkanku Semua lelakiku adalah bajingan Mematahkan hatiku Menjatuhkan mimpi tinggiku Membodohiku Dia mengatakan "untuk apa kamu dilahirkan?" Tak perlu kau katakan, aku pun mempertanyakannya pada Tuhan

Part 8

Malam ini pukul 21.46 Aku buka instagram, scroll scroll Banyak wanita cantik, cerdas, berbakat Wajahnya mulus Tak sepertiku yang kusam berjerawat Alisnya tebal Tak sepertiku yang gundul Hidungnya mancung Tak sepertiku yang lebar Badannya ideal bak model, ya dia memang model Tak sepertiku yang kurus kering Dia berbakat. Dia pandai menyanyi, suaranya merdu sekali. Terlihat sangat percaya diri menyanyi untuk umum Tak sepertiku, suara cempreng yang konyol Hatiku sakit. Wanita seperti mereka2 lah yang disukai lelaki. Aku tak pernah pantas dipuji seperti mereka. Aku tak pantas dicintai bahkan dihargai. Aku menangis Aku sakit. Lelaki yang kusayangi menyukai wanita2 seperti mereka. Bukan yang sepertiku. Ah, mana mungkin ada orang yang memujiku. Memandangiku saja tak mau. Impianku untuk memiliki lelaki yang tulus mencintaiku tanpa membanding2kanku dengan wanita lain ternyata ta k akan pernah terwujud. Aku menangis. Air mataku jatuh tanpa mengucapkan permisi. Dadaku ...

Part 7

Aku sedih Aku adalah orang yang paling ga berguna di dunia ini Gaada yg bisa dibanggakan dari ku Orang orang memuji temanku cantik, pintar. Semua orang punya banyak teman Mereka berfoto bersama, saling menyapa, saling mention di instastory Saling mengucapkan selamat Sedang aku Kesepian Siapa yang pernah memujiku cantik? Tidak ada Siapa yang berterima kasih padaku atas apa yang aku lakukan? Tidak ada Siapa yang memberiku ucapan selamat atas capaianku? Tidak ada Aku tidak punya kehidupan Hatiku kosong Mengapa orang orang tidak menyukaiku? Mengapa semua laki-laki selalu berpaling dariku dan lebih memilih wanita lain? Kenapa semua orang menganggapku tidak asik, boring diajak ngobrol. Gabisa diajak main Tidak ada yang pernah memberiku hadiah Bahkan sekedar kata penyemangat Aku lelah Menjadi manusia tidak berguna Aku tidak dibutuhkan di dunia ini Aku ingin pergi Aku malu bertemu mereka semua Aku terlalu sakit hati dengan mereka para lelaki yang meninggalkanku ...

Part 6

Terimakasih kepada Tuhan. Menungguku siap untuk menerima ujian. Di usia 19th ini. Memberitahu diriku bahwa hidupku tak semulus yang kukira. Maafkan aku sempat membenci-Mu. Maafkan aku pula yang mengira bahwa aku tak pernah kau perdulikan.

Part 5

Gambar
Siang menuju sore kala itu. Aku berada di atap gedung Semilir angin menyejukkan jiwa ku. Aku benar benar suka pemandangan ini. Gedung-gedung kota yang berlomba-lomba menjadi yang paling tinggi. Aku benar benar suka suasana ini. Kulihat bawah sana, dan terlintas di pikiranku... " Daripada aku menyakiti diriku sendiri dengan hal-hal yang bodoh seperti menyayat tangan, dan membuatku merasakan sakit, lebih baik aku loncat dari gedung ini. Aku takkan merasakan apapun" Kulihat balkon di depanku. Kakiku gemetar, aku tak berani menaikkinya. Karena jika aku terpeleset di situ, loncat ku tak akan indah, malah akan jadi lelucon. Aku ingin pergi, tapi aku takut Aku menangis. Seseorang menarikku dari belakang. Ya, laki laki itu lagi. Laki- laki yang sama yang juga menolongku kala itu. Yang sampai sekarang aku tak tau siapa dia. Aku masih menangis. Dan aku terbangun. Mimpi. Gedung, Angin Laki-laki itu, Dan ketakutan yang tak mau pergi. Selasa, 2 April 2019.