Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Ketika Jati Berdagang

Jati mengusap peluh yang bercucuran di dahinya. Setelah satu jam lamanya ia berkeliling komplek perumahan untuk menawarakan barang dagangannya, ia berhasil mengumpulkan beberapa lembar rupiah. Sudah tiga hari ini, Jati berjuang keras untuk mengisi   liburan sekolahnya dengan berjualan susu kedelai buatan ibunya. Ia berkeliling komplek perumahan yang tak jauh dari kampungnya. Ia belum akan kembali ke rumah sebelum semua dagangannya laku terjual. Sekilas terbayang   raut muka memelas wajah Asih, adik satu-satunya. Jati memang ingin mengumpulkan uang sekedar untuk membelikan obat adiknya, yang kini terbaring lemah tak berdaya. Hanya itu yang bisa dilakukan Jati, mengingat ayahnya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak mampu membawa Asih ke Dokter apalagi Rumah Sakit. Pernah suatu ketika Asih dibawa ke rumah sakit karena penyakit radang paru-paru yang dideritanya. Namun, belum tuntas pengobatannya Asih harus segera dibawa pulang karena tak kuat menanggung biaya rumah sakit...

Part 12

It's been a long time. Setelah semua kesibukan yang mengerumuni hari-hariku Yudisium, wisuda, pemberkasan, dan lainnya. Kini aku telah memulai kehidupanku yang baru. Say hi to Samarinda! Terhitung sejak 10 Januari 2020, pertama kali aku menginjakkan kaki di sini. And guess what? Aku pegawai tetap di sini! Itu artinya aku akan tinggal di sini cukup lama, sampai aku nanti dimutasi (kalau ada). Yaa, cukup jauh dari rumahku. No, bukan cukup jauh tapi sangat jauh. Jateng-Kaltim :) But it's okay. Everything will be okay. if its not, just pretend that it is okay. Belum ada yang bisa kuceritakan tentang Samarinda. Karena baru 3 bulan aku di sini. Waktu yang sangat singkat untuk pdkt-an wkwkw. Yang kuharapkan dari Samarinda, semoga kelak kamu memberikan kenangan manis di hidupku, dan menjadi bagian kecil cerita untuk kubagikan ke orang-orang terdekatku.