Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Part 44

Darah siapa? Lagi lagi ruangan remang-remang. Aku sendirian di sini, aku tak bisa melihatnya tapi aku bisa merasakan ada sosok di depanku. Dia akan menyerangku, aku harus melakukan pertahanan diri. oh tidak! darah mencuat ke mana-mana memenuhi dinding ruang tamu ku.  Aw! tanganku teriris, darahku bercampur dengan darah-darahnya. Bagaimana ini?! Jika polisi menyelidiki dan menemukan ada darahku, pasti aku yang akan dicurigai. Datang kerumunan orang-orang yang wajahnya menganga karena terkejut. Mereka segera meraihku, menjauhkanku dari tempat itu dan mengobatiku. Kenapa mereka baik padaku? Apa mereka tidak menaruh curiga padaku?  Beberapa hari berlalu.. Aku sudah sembuh, tapi tidak dengan traumaku. Aku depresi karena harus menghadapi ini semua. Pacarku mengajakku untuk pergi traveling untuk menyembuhkan pikiranku. Kami bepergian menaiki transportasi umum. Kami ke stasiun, bandara dan tempat-tempat ramai lainnya. Ini membuatku lelah. Sama sekali tak meyembuhkanku. Aku lelah, aku ...

Part 43

"Pasang sesuatu?"  "Nona Arvia" panggil perawat. "Iya" Jawabku dengan terperangah. Akhirnya tiba juga giliranku untuk melakukan tes MRI. Setelah satu jam menunggu sedari jam delapan pagi tadi. "Masuk lewat sebelah ya mba, ruangan di kiri masuk aja tunggu di situ" perawat menjelaskan padaku. Aku mengiyakan dan segera menuju ruangan sesuai dengan petunjuk yang perawat itu katakan. Sampai di ruangan aku terkejut karena ternyata sudah banyak yang mengantri. Aku melihat-lihat kursi mana yang kosong, dan ternyata ada di pojok kanan ruangan. Aku menuju kursi itu, duduk dan langsung memejamkan mata karena aku tau akan memakan waktu lama sampai aku dipanggil kembali. Waktu berlalu sangat lambat, satu persatu pasien dipanggil masuk ke ruangan yang diberi garis kuning di pintu masuknya. Banyak sekali papan-papan peringatan agar pengunjung tak sembarangan masuk ke ruangan-ruangan itu. Berkali-kali aku melihat jam karena waktu terasa sangat lama.  Aku putuska...