Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Part 14

Untuk ketiga kalinya kita bertemu, wahai lelakiku yang tak ku tahu . . . Tepung udah siap? Ubi? oke. Astaga telurnya banyak banget! keren gila wkwk "Cobain bikin yuk" kau mengiyakan. failed! hahahahah akhirnya kita serahkan semuanya ke Chef "yuk keliling cek interior udah siap belom" kau mengiyakan kita berkeliling. batu bata warna warni dengan pajangan tulisan Cafe, tempat duduk yang cozy, tangga besi yang aestetic semuanya masih jelas teringat di benakku "semuanya udah oke nih. jalan ke belakang yuk" kau mengiyakan ombak menyambut pasir putih memeluk telapak kaki angin menyapa kita berdua kau mengeluarkan handphonemu mengarahkannya padaku aku berpose dengan riangnya untuk lelakiku yang tak ku tahu siapa dirimu aku ingin bertemu datanglah lagi di mimpiku perlihatkan senyummu padaku aku ingin tahu

Part 13

Kapan aku bisa merasakan kebahagiaan. Kata orang bahagia itu bukan dicari atau ditunggu, tapi kita sendiri yang menciptakan. Bagaimana caranya? Aku pun tak tahu Mungkin, jatuh cinta lah hal yang paling membahagiakan kita, dan hal itu tak begitu sulit untuk kita ciptakan. Tapi, bukankah jatuh cinta itu bagai pisau bermata dua? Bahagia iya, sedih juga iya Sedih? Tentu. Bayangkan jika kau jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kau miliki Bahagia? Iya. Sedih? Pasti. Aku adalah perempuan yang sulit untuk jatuh cinta. Aku tak mudah tertarik pada lelaki. Love at first sight? Big NO. Aku selalu terpaku pada kriteria pasangan yang aku tanam dalam pikirku. Tapi entah, lelaki yang aku kagumi adalah lelaki yang tak bisa kumiliki. Adalah mereka yang dewasa, berwibawa dan menjaga sikap dengan lawan jenis. Dan ya, pastilah aku pun akan menjadi seseorang yang tak bisa masuk ke dunia mereka, karena mereka begitu menjaga jarak pada wanita. Aku tak tahu apa yang mereka maksudkan....