Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Part 4

Hai, namaku Arvia. Ini adalah penggalan kisah hidupku mengenai keluargaku. Aku ingin bercerita, tapi aku tak pandai merangkai kata. Aku ingin menulis, tapi aku tak tau bagaimana cara menulis. Yang aku bisa lakukan hanyalah diam. Aku tak tau lagi aku harus berbuat apa. Aku merasa tak seharusnya aku hidup seperti ini. Tidak ada lagi orang yang membutuhkanku, dan tak ada lagi orang yang menyayangiku. Keluargaku adalah sebuah rumah tangga palsu. Tak ada yang menginginkan keluarga ini terjadi. Kakaku, ayahku, ibuku, hanya semu? Dulu kukira mereka terlampau baik hati. Aku minta melakukan ini itu, dibolehkan, aku pulang malam, tak dicari, aku menginap di rumah teman, tak keberatan. Mereka tidak pernah melarangku. Baik hati? Atau apatis? Tidak peduli? Aku tidak tau. - Arvia Gariella, wanita biasa yang ingin tetap jadi biasa.

Part 3

Hai, namaku Arvia Ini adalah penggalan kisah hidupku manusia tercipta dengan karakternya masing-masing. Begitu pula aku. Aku tidak bisa seperti mereka yang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat basa basi ketika bertemu orang lain. Aku suka berbicara saat aku memang membutuhkannya. Orang bilang aku introvert. Mungkin iya, mungkin tidak. Aku suka berkenalan dengan teman baru, tapi aku aku sulit untuk punya teman yang ke manapun aku pergi, pasti bersama dia. Dan, aku benci menjadi introvert. Karena, keluargaku tidak suka aku menjadi introvert. Aku pun membecinya. Aku benci jadi introvert. Ketika aku berkumpul bersama keluargaku, mereka selalu mengolok2 diriku yang tak pernah bisa bersuara, pemalu, tidak mau berbaur. Aku benci mereka. Aku benci semua yang ada pada diriku. Aku benci diriku yang kata orang "ga asik". Maaf karena aku terlahir seperti ini. Aku tau aku memang tak pantas untuk berada di sini, menjadi beban kalian. Aku juga setuju kok, memang sudah sehar...