Part 3
Hai, namaku Arvia
Ini adalah penggalan kisah hidupku
manusia tercipta dengan karakternya masing-masing. Begitu pula aku. Aku tidak bisa seperti mereka yang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat basa basi ketika bertemu orang lain.
Aku suka berbicara saat aku memang membutuhkannya.
Orang bilang aku introvert. Mungkin iya, mungkin tidak. Aku suka berkenalan dengan teman baru, tapi aku aku sulit untuk punya teman yang ke manapun aku pergi, pasti bersama dia.
Dan, aku benci menjadi introvert. Karena, keluargaku tidak suka aku menjadi introvert. Aku pun membecinya. Aku benci jadi introvert.
Ketika aku berkumpul bersama keluargaku, mereka selalu mengolok2 diriku yang tak pernah bisa bersuara, pemalu, tidak mau berbaur.
Aku benci mereka.
Aku benci semua yang ada pada diriku.
Aku benci diriku yang kata orang "ga asik".
Maaf karena aku terlahir seperti ini.
Aku tau aku memang tak pantas untuk berada di sini, menjadi beban kalian.
Aku juga setuju kok, memang sudah seharusnya aku tak ada di sini.
- Arvia Gariella, wanita biasa yang ingin tetap jadi biasa.
Ini adalah penggalan kisah hidupku
manusia tercipta dengan karakternya masing-masing. Begitu pula aku. Aku tidak bisa seperti mereka yang dengan mudahnya mengeluarkan kalimat basa basi ketika bertemu orang lain.
Aku suka berbicara saat aku memang membutuhkannya.
Orang bilang aku introvert. Mungkin iya, mungkin tidak. Aku suka berkenalan dengan teman baru, tapi aku aku sulit untuk punya teman yang ke manapun aku pergi, pasti bersama dia.
Dan, aku benci menjadi introvert. Karena, keluargaku tidak suka aku menjadi introvert. Aku pun membecinya. Aku benci jadi introvert.
Ketika aku berkumpul bersama keluargaku, mereka selalu mengolok2 diriku yang tak pernah bisa bersuara, pemalu, tidak mau berbaur.
Aku benci mereka.
Aku benci semua yang ada pada diriku.
Aku benci diriku yang kata orang "ga asik".
Maaf karena aku terlahir seperti ini.
Aku tau aku memang tak pantas untuk berada di sini, menjadi beban kalian.
Aku juga setuju kok, memang sudah seharusnya aku tak ada di sini.
- Arvia Gariella, wanita biasa yang ingin tetap jadi biasa.