Part 44

Darah siapa?

Lagi lagi ruangan remang-remang. Aku sendirian di sini, aku tak bisa melihatnya tapi aku bisa merasakan ada sosok di depanku. Dia akan menyerangku, aku harus melakukan pertahanan diri.

oh tidak!

darah mencuat ke mana-mana memenuhi dinding ruang tamu ku. 

Aw! tanganku teriris, darahku bercampur dengan darah-darahnya. Bagaimana ini?! Jika polisi menyelidiki dan menemukan ada darahku, pasti aku yang akan dicurigai.

Datang kerumunan orang-orang yang wajahnya menganga karena terkejut. Mereka segera meraihku, menjauhkanku dari tempat itu dan mengobatiku. Kenapa mereka baik padaku? Apa mereka tidak menaruh curiga padaku? 

Beberapa hari berlalu..

Aku sudah sembuh, tapi tidak dengan traumaku. Aku depresi karena harus menghadapi ini semua. Pacarku mengajakku untuk pergi traveling untuk menyembuhkan pikiranku. Kami bepergian menaiki transportasi umum. Kami ke stasiun, bandara dan tempat-tempat ramai lainnya. Ini membuatku lelah. Sama sekali tak meyembuhkanku.

Aku lelah, aku duduk saja.


Postingan populer dari blog ini

Part 52

Part 56

Part 57