Postingan

Part 17

Ini kali ketiga kau ada di mimpiku. pertama adalah kau mengenalku, kedua adalah kau milikku, ketiga adalah kau pergi bersama orang dekatku. Aku sakit. padahal di dunia yang sesungguhnya, kau bukanlah milikku. aku bukan siapa-siapamu. Tapi aku sakit punya mimpi itu. Bukan, kau bukan pria yang aku rindukan dalam mimpi indahku. Atau iya?

Part 16

Bangun, mencuci, nonton drakor, ketiduran, bangun-bangun ada chat atasan. Ok Mandi, beres-beres kamar, nonton drakor, tamat. Ok Dengerin musik, nangis. Time to relaxing. Doodle coloring sambil dengerin swing-jazzy-pop-song. Tangan pegel. Ok Dengerin musik, sambil liatin langit yang cerah banget dari jendela kamar. Ngelamun is my passion. Semilir angin segerrr semribit-semribit marakke mak gregel teringat betapa dahsyat Tuhan bisa menciptakan angin yang ditiupkan-Nya untuk memberi tahu bahwa Ia selalu ada untuk menemani hamba-Nya. Terbesit dalam pikirku, Ya Tuhan, aku tahu Tuhan selalu ada di sekitarku untuk menemaniku yang kesepian dan merasa hampa ini. Tapi tak bisakah Kau kirimkan salah satu hamba-Mu untuk menghiburku, untuk menemaniku, dan untuk menjagaku dari hal buruk yang tak seharusnya kujamah. Tuhan, Kau memang pintar membuatku menyesal. Aku menyesal telah mengucapkan doa-doa yang tak seharusnya kumintakan pada-Mu. Aku akan menangis. Sekarang, esok, dan masih akan terus menangi...

Part 15

Aku ingin bertemu denganmu, wahai lelakiku Aku rindu padamu Datanglah kepadaku Kumohon Lelakiku Yang tak kutahu siapa dirimu Apakah kau adalah dia? Atau bukan? Yang pasti aku ingin bertemu Temuilah aku Di mimpiku Aku sangat rindu

Part 14

Untuk ketiga kalinya kita bertemu, wahai lelakiku yang tak ku tahu . . . Tepung udah siap? Ubi? oke. Astaga telurnya banyak banget! keren gila wkwk "Cobain bikin yuk" kau mengiyakan. failed! hahahahah akhirnya kita serahkan semuanya ke Chef "yuk keliling cek interior udah siap belom" kau mengiyakan kita berkeliling. batu bata warna warni dengan pajangan tulisan Cafe, tempat duduk yang cozy, tangga besi yang aestetic semuanya masih jelas teringat di benakku "semuanya udah oke nih. jalan ke belakang yuk" kau mengiyakan ombak menyambut pasir putih memeluk telapak kaki angin menyapa kita berdua kau mengeluarkan handphonemu mengarahkannya padaku aku berpose dengan riangnya untuk lelakiku yang tak ku tahu siapa dirimu aku ingin bertemu datanglah lagi di mimpiku perlihatkan senyummu padaku aku ingin tahu

Part 13

Kapan aku bisa merasakan kebahagiaan. Kata orang bahagia itu bukan dicari atau ditunggu, tapi kita sendiri yang menciptakan. Bagaimana caranya? Aku pun tak tahu Mungkin, jatuh cinta lah hal yang paling membahagiakan kita, dan hal itu tak begitu sulit untuk kita ciptakan. Tapi, bukankah jatuh cinta itu bagai pisau bermata dua? Bahagia iya, sedih juga iya Sedih? Tentu. Bayangkan jika kau jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kau miliki Bahagia? Iya. Sedih? Pasti. Aku adalah perempuan yang sulit untuk jatuh cinta. Aku tak mudah tertarik pada lelaki. Love at first sight? Big NO. Aku selalu terpaku pada kriteria pasangan yang aku tanam dalam pikirku. Tapi entah, lelaki yang aku kagumi adalah lelaki yang tak bisa kumiliki. Adalah mereka yang dewasa, berwibawa dan menjaga sikap dengan lawan jenis. Dan ya, pastilah aku pun akan menjadi seseorang yang tak bisa masuk ke dunia mereka, karena mereka begitu menjaga jarak pada wanita. Aku tak tahu apa yang mereka maksudkan....

Ketika Jati Berdagang

Jati mengusap peluh yang bercucuran di dahinya. Setelah satu jam lamanya ia berkeliling komplek perumahan untuk menawarakan barang dagangannya, ia berhasil mengumpulkan beberapa lembar rupiah. Sudah tiga hari ini, Jati berjuang keras untuk mengisi   liburan sekolahnya dengan berjualan susu kedelai buatan ibunya. Ia berkeliling komplek perumahan yang tak jauh dari kampungnya. Ia belum akan kembali ke rumah sebelum semua dagangannya laku terjual. Sekilas terbayang   raut muka memelas wajah Asih, adik satu-satunya. Jati memang ingin mengumpulkan uang sekedar untuk membelikan obat adiknya, yang kini terbaring lemah tak berdaya. Hanya itu yang bisa dilakukan Jati, mengingat ayahnya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak mampu membawa Asih ke Dokter apalagi Rumah Sakit. Pernah suatu ketika Asih dibawa ke rumah sakit karena penyakit radang paru-paru yang dideritanya. Namun, belum tuntas pengobatannya Asih harus segera dibawa pulang karena tak kuat menanggung biaya rumah sakit...

Part 12

It's been a long time. Setelah semua kesibukan yang mengerumuni hari-hariku Yudisium, wisuda, pemberkasan, dan lainnya. Kini aku telah memulai kehidupanku yang baru. Say hi to Samarinda! Terhitung sejak 10 Januari 2020, pertama kali aku menginjakkan kaki di sini. And guess what? Aku pegawai tetap di sini! Itu artinya aku akan tinggal di sini cukup lama, sampai aku nanti dimutasi (kalau ada). Yaa, cukup jauh dari rumahku. No, bukan cukup jauh tapi sangat jauh. Jateng-Kaltim :) But it's okay. Everything will be okay. if its not, just pretend that it is okay. Belum ada yang bisa kuceritakan tentang Samarinda. Karena baru 3 bulan aku di sini. Waktu yang sangat singkat untuk pdkt-an wkwkw. Yang kuharapkan dari Samarinda, semoga kelak kamu memberikan kenangan manis di hidupku, dan menjadi bagian kecil cerita untuk kubagikan ke orang-orang terdekatku.