THE FIRST BOOK THAT MADE ME CRY Sudah tiga hari aku terbaring di kasur. Sakit kepala yang tak kunjung usai membuatku enggan untuk bertemu matahari di luar sana. Tapi, hari ini aku ingin menentangnya. Nyeri yang masih membuatku meringis tiap aku melakukan gerakan besar, aku akan menjadikannya teman. Karena memang sejak aku remaja ia sudah kerap bermukim di kepalaku. Sudah menahun tinggal di dalam tempurung kepala ini. Aku bersiap menuju mal yang tak terlalu besar namun menjadi salah satu destinasi favorit warga Samarinda. Di dalamnya terdapat sebuah cafe, dan itulah tujuan utamaku. Makan siang, membaca buku dan menghabiskan waktu. Kali ini aku beranikan diri untuk menenggak minuman berkafein yang sejak dulu aku hindari karena asam lambungku menolak keras. Selama aku isi perut dulu dengan makanan berat, aku rasa tak mengapa. Aku sudah muak dengan obat-obat pereda nyeri yang nyatanya tak menghilangkan nyeri kepalaku ini, aku akan coba minum kafein siapa tau bisa sedikit mengurangi ny...