Part 20
Samarinda, 10 Maret 2022
Hidup memang tak selamanya sejalan dengan kemauan kita. Tapi, kalau kita minta ke Tuhan? Apa bisa sesuai dengan kemauan kita?
Tidak.
Tuhan akan memberi lebih dari apa yang kita inginkan. Sesuai dengan porsi, sesuai dengan yang kita butuhkan. Mungkin menurut kita itu salah, tapi seiring waktu berjalan kita akan menyadarinya.
Dulu aku di Seksi Pelayanan. Aku merasa beban kerjaku terlampau berat. Masih bisa kulakukan, tapi tidak untuk jangka panjang. Pulang malam, subuh buka laptop, weekend lembur. Kulihat temanku yang lain seksi, beban kerja yang sepertinya lebih ringan, namun gaji kami setara. Aku merasa iri. Aku menangis beberapa kali karena aku merasa terlalu lelah. Kepada siapa aku harus angkat suara? rekan kerja? mereka sama-sama punya pekerjaan, mereka pun akan mengeluhkan hal yang sama. Atasan? atasan tidak akan pernah mendengarkan keluhan bawahannya. "Ya kalau terlalu berat minta tolong sama yang lain" Apa rekan yang lain tidak punya tanggung jawab pekerjaan? Mereka sama sepertiku.
Aku pun mengadu pada Tuhan. Aku curahkan semua kekesalanku, orang-orang yang menyakiti hatiku dan pekerjaan-pekerjaan yang memberatkanku. Setiap hari aku menangis di sepertiga malam. Aku menangis tiap kali sebelum tidur.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Al Isra ayat 79
Kulakukan tahajud karena di waktu-waktu itulah aku merasa dekat dengan-Nya. Di waktu itu lah aku menangis dalam hening, seolah ingin menunjukkan bahwa aku terlalu lemah untuk menjalani semuanya.
Mei 2021, ketika aku di kampung halaman menikmati cuti, keluar SK mutasi seksi. Aku dipindah ke Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal. Aku benar-benar mempertanyakan..
Kenapa harus aku?
Aku malas harus kembali beradaptasi dengan orang baru, apalagi ini seksi yang pekerjaannya sama sekali tidak berkaitan dengan ilmu kuliahku. Beberapa waktu setelah SK keluar, kepala seksi lama ku menelponku. Beliau menjelaskan mengapa aku harus dipindah.
Katanya sih "kamu jadi pilihan utama buat ditempatkan di sekretariat"
Serius sekretariat? tiap hari ketemu kepala kantor? bukan atasan loh, tapi langsung kepala kantor. Pekerjaan salah sedikit kamu bisa dimutasi di tempat terpencil.
Ya Tuhan, bukan ini yang aku mau. Aku sudah berhari-hari menangis di sepertiga malam mengadukan semuanya kepada-Mu, apakah masih kurang jelas apa yang aku minta?
Liburanku tidak tenang. Baiklah aku akan kembali ke kantor dengan seksi yang baru