THE FIRST BOOK THAT MADE ME CRY Sudah tiga hari aku terbaring di kasur. Sakit kepala yang tak kunjung usai membuatku enggan untuk bertemu matahari di luar sana. Tapi, hari ini aku ingin menentangnya. Nyeri yang masih membuatku meringis tiap aku melakukan gerakan besar, aku akan menjadikannya teman. Karena memang sejak aku remaja ia sudah kerap bermukim di kepalaku. Sudah menahun tinggal di dalam tempurung kepala ini. Aku bersiap menuju mal yang tak terlalu besar namun menjadi salah satu destinasi favorit warga Samarinda. Di dalamnya terdapat sebuah cafe, dan itulah tujuan utamaku. Makan siang, membaca buku dan menghabiskan waktu. Kali ini aku beranikan diri untuk menenggak minuman berkafein yang sejak dulu aku hindari karena asam lambungku menolak keras. Selama aku isi perut dulu dengan makanan berat, aku rasa tak mengapa. Aku sudah muak dengan obat-obat pereda nyeri yang nyatanya tak menghilangkan nyeri kepalaku ini, aku akan coba minum kafein siapa tau bisa sedikit mengurangi ny...
THE ART OF MANIPULATION By R.D. Asti - Manipulasi itu kata yang netral. Persepsi dan reaksi kitalah yang membuatnya menjadi positif atau negatif. Selain itu, manipulasi itu ada di mana-mana dan bisa dilakukan oleh siapa saja - Sebulan yang lalu aku baru saja selesai membaca sebuah buku yang berjudul The Art of Manipulation karya R.D. Asti. Aku membelinya secara random, karena kehabisan bahan bacaan. Namun ternyata buku ini cukup memberi insight baru untukku, juga membuatku mengenal diriku sendiri apakah aku termasuk orang yang manipulatif? Atau justru setelah membaca buku ini, dalam pikiranku jadi muncul nama-nama orang di sekitarku yang sering menggunakan teknik manipulasi dalam kesehariannya? Haha. Aku akan mencoba merangkum apa yang sudah aku baca dalam buku ini. Manipulasi adalah praktik menggunakan taktik tidak langsung untuk mengendalikan perilaku dan emosi orang lain. Meskipun sebenarnya sering dianggap negatif, ma...
2023 Tahun yang tak pernah aku lupakan dan akan selalu membekas dalam hidupku. Awalnya aku kira aku hanya mengalami sakit biasa yang orang alami sehari dua hari atau paling lama seminggu. Tapi saat itu aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku. Aku terus-terusan kembali ke IGD dan rawat inap. Setiap aku selesai rawat inap, tubuhku tidak pernah benar-benar pulih. Bahkan salah satu dokter yang menjadi DPJP ku (Dokter Penanggung Jawab Pasien) sempat menanyaiku "kamu merasa ada yang jahat sama kamu? ada yang gak suka sama kamu? Coba oles minyak ini ke leher, terasa panas gak. Kamu harus baca Al-Quran surah xxx empat puluh kali. Saya curiga ada yang kirim sesuatu ke kamu" Aku hanya tersenyum kecil saat itu, tentu aku mengikuti saran dokter untuk rajin mengaji dan ibadah. Karena memang sudah kewajibanku untuk beribadah sebagai muslimah. Lalu ketika aku rawat inap lagi dan berganti DPJP dengan dua dokter rawat bersama, mereka sepakat bahwa terdapat indikasi aku terkena autoimun. Bagai...