Part 24

 Part 24 di tanggal 24

April 2022

Malam sebelum 24, aku kembali merasakannya. Datang bersama fikiran-fikiran yang dahulu pernah mengikatku.

“Apa aku cukup berharga?”

Tepat seperti yang pasanganku katakan padaku.

“Berapa banyak validasi yang kamu perlukan?”

Dia benar. Aku tak akan pernah cukup, karena sejatinya aku memang selalu tidak cukup. Mau berkali pun seseorang mengatakan aku ini cantik, aku ini pintar, aku tidak akan mempercayainya. Karena yang aku percayai, aku tidak cukup cantik. Dan aku tidak cukup pintar. Aku tidak cukup berguna bagi siapapun

Aku akan berhenti mempertanyakan. Berhenti meminta validasi apakah aku sudah cukup untukmu, karena nyatanya aku tidak pernah cukup. Untuk diriki sendiri dan orang lain.

Malam itu aku membuka instagram. Aku lihat profilku. Aku berfikir untuk apa aku memposting itu semua? Apa karena aku butuh pengakuan? Kuputuskan untuk mengarsip semua postinganku.

Aku tertidur bersama semua kecemasanku.

Terbangun dengan rasa bersalah. Atas semua perbuatanku, atas semua pikiran di benakku. Aku putuskan untuk relaksasi dengan melukis di atas kanvas. Sambil mendengarkan alunan musik…

Tak terasa aku menjatuhkan air mata

Rasa sakit itu muncul lagi, aku coba keluarkan semua sakit itu dengan air mata. Dengan tanganku yang masih menggenggam kuas, aku terus menangis dan terus melanjutkan lukisanku

Postingan populer dari blog ini

Part 52

Part 56

Part 57