Part 34
Aku berada di dalam suatu ruangan, berdinding kaca dengan lapisan film yang membuatnya tak bisa tembus pandang dari arah luar. Dengan design modern, terdapat layar lcd tepat di depan tengah ruangan. Maja oval yang kami tempati, dan seorang wanita paruh baya sedang berbicara menginstruksikan sesuatu. Kami semua memperhatikan. Rapat selesai, kami berhamburan keluar dari ruangan modern itu.
Aku menyaksikan prosesnya. Persiapannya, sangat ramai. Orang berlalu lalang, mengangkut banyak sekali peralatan. Ada di suatu tempat, seperti gedung perkantoran namun bergaya bak villa eksklusif. Aku berjalan menjauhi gedung itu dan menghampiri kerumunan.
Set up selesai, aku bersama dua rekanku akan segera take shot.
Scene villa berhantu. Aku bersama lawan mainku seorang pria, berkunjung ke villa tersebut. Disambut oleh seorang security yang akan mengantarkan kami ke lobby. Kami bertiga masuk ke dalam lift. Tombol lantai telah ditekan, mesin lift naik perlahan.
Tiba-tiba lift terjun!
Turun ke lantai entah berapa, dan pintunya terbuka. Ternyata kami berhenti tepat di sebuah toilet.
Sreetttt...
Lift kami tiba-tiba terseret ke kiri dan kami masuk ke dalam toilet tersebut. Toilet tua yang sudah tak terurus. Closet jongkok, dan lantai yang sangat kumuh.
End-