Part 39

 Aku melihat dari kejauhan. Garis polisi mengelilingi tempat itu. Tapi, mengapa masih ramai orang berlalu lalang melintasinya. Meski dijaga ketat oleh petugas-petugas berompi biru.

"mau cari makan gak ke sebelah sana? kita jalan pelan-pelan aja lewat situ sambil liat situasi" temanku mengajak. Perempuan yang memiliki tujuan sama denganku.

Aku mengiyakan. Akhirnya kami berjalan melintasi garis itu dan mengarah ke seberang. Ia menggandeng lengan kananku. Kami berjalan perlahan sambil mengamati kondisi sekitar. Ada warung mie ayam bakso di sebelah kanan jalan. Persis di sebelah garis polisi. Kami tidak membeli makanan, karena kami sama-sama tahu bahwa ini adalah kedok kami untuk bisa berjalan melihat situasi. Kami berhenti dan masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan kosong dengan karpet tebal, mungkin itu adalah masjid. Kami berbincang sebentar dan melihat ke arah luar jendela masjid. Jendela itu mengarah ke sebuah area tempat wisata. Kami menitik seorang pria muda mengenakan kemeja flanel sebagai luaran dan mengenakan kaos di dalamnya. Ia juga mengenakan topi model baseball cap. Kami melapor kepada atasan kami bahwa kami berhasil melihat target.

Kami kembali ke tempat semula, berjalan kembali ke seberang melewati garis polisi itu, juga warung mie ayam bakso.Aku kembali ke titik di mana aku memandang dari kejauhan. Aku lihat lekat-lekat satu per satu orang yang berlalu lalang. Semua berjalan dengan semestinya. Muda mudi bersenda gurau, orang-orang yang makan di warung dengan lahap, dan lalu lalang yang padat namun terkendali. 

Ya, tempat wisata ini memang cukup terkenal. Bisa untuk semua kalangan, baik keluarga, pasangan ataupun teman. Meskipun wisata alam ini tampak sederhana namun ternyata sangat ramai.

Aku dan teman-temanku memutuskan untuk makan siang dulu di warung bakso itu. Kami masuk ke warung itu, menyantap makanan namun tetap dengan mata yang waspada.

Postingan populer dari blog ini

Part 52

Part 56

Part 57