Part 49

 Aku berjalan di sebuah basement. Dari kejauhan tampak sosok laki-laki tegap tinggi berisi. Tubuhnya kekar bak atlet timnas. Cara berjalannya yang mantap layaknya model. Mengenakan sweater coklat dan bertopi. Di tangan kirinya ia membawa bungkusan kresek putih yang sedikit transparan mirip seperti kantong kresek indomaret. Mungkin ia baru saja belanja.

Aku menundukkan pandanganku karena kami sebentar lagi akan berpapasan. Aku memang selalu menghindari bertatap muka dengan orang asing, dan juga tak mau terlihat seolah angkuh dengan mendongakkan kepala dan pandangan tegak lurus.

Namun tiba-tiba aku mendengar derap langkah orang itu semakin keras. Aku angkat pandanganku dan betapa terkejutnya aku ternyata ia berjalan cepat menghampiriku. Matanya membelalak, tangannya mengepal terangkat ke atas dan sedikit lagi mengenai kepalaku. Dia mengayunkan kepalan tangannya ke arahku, aku memejamkan mataku dan --------

Mataku terbuka, nafasku terengah-engah, keringatku bercucuran. Ternyata ini mimpi di siang bolong. 

Sudah beberapa hari ini aku selalu bermimpi buruk. Semuanya tentang sosok pria yang akan menyerangku dan menyakitiku.

___________________________________________________________

Keesokannya di pagi hari.

Aku bersiap untuk berangkat ke kantor. Driver ojek online sudah menungguku di depan gerbang kos. Aku berjalan menuju keluar.

Deg...

Jantungku seakan berhenti sepersekian detik. Aku melihat seorang pria mengendarai motor nmax melewati kosku, dia memiliki perawakan yang sama persis seperti sosok yang ada di dalam mimpiku. Pria itu mengenakan sweater coklat namun bedanya ia mengenakan helm karena sedang berkendara. Ia menatapku sambil tersenyum tipis dan berlalu melewatiku.

Postingan populer dari blog ini

Part 52

Part 56

Part 57