Part 54
Metamorfosis
- Franz Kafka-
Yogyakarta, 25 November 2025
Sore itu aku mengunjungi sebuah mal yang sepi pengunjung dan nampak akan menjadi mal yang mulai dilupakan masyarakat jogja. Begitu banyak toko tutup dan hanya menyisakan tenant-tenant kecil termasuk book fair yang aku incar. Aku mendekati sebuah buku yang cover nya berupa lukisan abstrak indah. Sudah lama aku melirik buku ini namun tak kunjung masuk ke keranjang. Hingga detik akhir seleksi pemilihan buku yang akan aku pilih untuk aku baca di perjalanan pulang besok, akhirnya aku memilih dua buah buku, salah satunya adalah Metamorfosis karya Franz Kafka.
Aku pilih buku itu pada dasarnya karena halamannya sedikit haha! Sehingga bisa aku selesaikan dalam sekali baca di kereta nanti.
_____________________________________________________________________
Adalah sebuah mimpi buruk ketika kamu bangun dari tidur dan menemukan bahwa tubuhmu telah berubah menjadi kecoa. Serangga yang sepertinya tak ada satu orang pun yang mau menganggapnya sebagai keluarga.
Sebuah buku yang aku paham alur ceritanya, namun membuatku bingung pembelajaran apa yang bisa aku dapatkan. Apakah ini hanya salah satu mimpi buruk Kafka yang ia tulis menjadi sebuah buku? Ah, aku punya banyak mimpi buruk sepertinya aku bisa menjadi penulis!
Oh aku tahu! garis merah cerita itu sendiri lah ada pembelajaran yang bisa kita ambil.
Anak yang tadinya menjadi tulang punggung keluarga, suatu ketika ia tertimpa musibah dan berubah menjadi sosok yang buruk rupa menjijikkan dan hanya menjadi beban keluarga. Tak ada lagi yang bisa menerimanya. Pada akhirnya ia terbunuh oleh asisten rumah tangganya, dan keluarganya menganggap seolah tak terjadi apa-apa.
Memang, opiniku terasa divalidasi oleh buku ini.
Hubungan manusia tidak lain hanya berupa hubungan transaksional.