Part 22
Dulu ia adalah anak yang periang, suka menceritakan banyak hal, suka bernyanyi, suka berjoget. Ketika dia sedang bahagia dengan harinya, riang bernyanyi, ia dihentikan oleh ayahnya. Takut mengganggu tetangga katanya. Dulu ia terbiasa menangis dengan tanpa suara, sembunyi-sembunyi takut dilihat orang. Hanya dia saja yang perlu tahu bahwa ia sedang bersedih. Dia suka sekali bersembunyi di halaman samping dan belakang rumah. Bersandar di tembok, berjongkok dan menangis tersedu-sedu. Sambil menatap semut yang belalu lalang di tanah. Suatu hari dia sedang bermain bersama teman-temannya di samping dekat rumah, Ayah dan kakakknya lewat naik motor. "iaa mau ikut gak?" tanya Ayahnya. Tapi belum sempat dijawab, mereka sudah pergi duluan. Dia tidak suka. Kenapa hanya kakak yang diajak. Dia pulang dengan rasa marah. Dia marah-marah ke Ibunya, meminta lain waktu dia yang diajak keluar tanpa kakak. Ibunya hanya mengiyakan. Di ruang tamu, dia menunggu ayah dan kakaknya pulang. Mereka pun t...