Postingan

Part 56

 THE ART OF MANIPULATION By R.D. Asti - Manipulasi itu kata yang netral. Persepsi dan reaksi kitalah yang membuatnya menjadi positif atau negatif. Selain itu, manipulasi itu ada di mana-mana dan bisa dilakukan oleh siapa saja -      Sebulan yang lalu aku baru saja selesai membaca sebuah buku yang berjudul The Art of Manipulation karya R.D. Asti. Aku membelinya secara random, karena kehabisan bahan bacaan. Namun ternyata buku ini cukup memberi insight baru untukku, juga membuatku mengenal diriku sendiri apakah aku termasuk orang yang manipulatif? Atau justru setelah membaca buku ini, dalam pikiranku jadi muncul nama-nama orang di sekitarku yang sering menggunakan teknik manipulasi dalam kesehariannya? Haha.      Aku akan mencoba merangkum apa yang sudah aku baca dalam buku ini.      Manipulasi adalah praktik menggunakan taktik tidak langsung untuk mengendalikan perilaku dan emosi orang lain. Meskipun sebenarnya sering dianggap negatif, ma...

Part 55

 Menangis di depan orang yang baru pertama kali aku temui Namaku dipanggil, dan perawat itu menyuruhku untuk masuk ruang periksa dua. Aku berjalan menuju pintu dan berharap akan bertemu dengan orang yang sejak kemarin bertempat tinggal di pikiranku. Dia menetap dan mengajakku berbicara sepanjang hari. Tidak, mungkin maksudnya aku yang mengajaknya mengobrol terus-terusan sampai aku lelah dan ingin menangis. Tak hanya sehari dua hari, tapi seminggu dua minggu! aku benar-benar capek. Kuraih gagang pintu, tarik ke arahku, dan jantungku berdetak kencang. Bukan orang itu yang kuharapkan. Tapi tak apa, tak harus orang itu. Dimulai dengan aku memperkenalkan diriku, aku bercerita tentang mimpi terburukku. Tangisku pecah, aku kira hanya air mata yang akan numpang lewat tanpa permisi. Tapi ternyata, pertahananku runtuh, aku tak bisa menjelaskan apa-apa, aku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Tubuhku gemetar, nafasku tersengal tanganku mengepal ingin rasanya memukul diriku sendiri tapi tak...

Part 54

Metamorfosis - Franz Kafka-   Yogyakarta, 25 November 2025 Sore itu aku mengunjungi sebuah mal yang sepi pengunjung dan nampak akan menjadi mal yang mulai dilupakan masyarakat jogja. Begitu banyak toko tutup dan hanya menyisakan tenant-tenant kecil termasuk book fair yang aku incar. Aku mendekati sebuah buku yang cover nya berupa lukisan abstrak indah. Sudah lama aku melirik buku ini namun tak kunjung masuk ke keranjang. Hingga detik akhir seleksi pemilihan buku yang akan aku pilih untuk aku baca di perjalanan pulang besok, akhirnya aku memilih dua buah buku, salah satunya adalah Metamorfosis karya Franz Kafka. Aku pilih buku itu pada dasarnya karena halamannya sedikit haha! Sehingga bisa aku selesaikan dalam sekali baca di kereta nanti. _____________________________________________________________________ Adalah sebuah mimpi buruk ketika kamu bangun dari tidur dan menemukan bahwa tubuhmu telah berubah menjadi kecoa. Serangga yang sepertinya tak ada satu orang pun yang mau mengangg...

Part 53

 Bandung, 13 Oktober 2025 Untuk apa aku terus-terusan mengucapkan penjelasan-penjelasan yang tak seorang pun bisa mendengar? Aku berdialog dalam kepalaku sendiri sampai aku lelah. Aku hanya ingin menangis tapi aku tak punya tempat Untuk apa kamu memutuskan ke Bandung sendirian saat tubuhmu saja mengajak istirahat? Aku kira bisa mengalihkan tangisanku dengan bepergian ke tempat lain, tapi ternyata bukan ini yang aku butuhkan. Yang kulakukan hanya memilih tempat lain untuk menangis. Kenapa begitu? Nyatanya kepalaku tetap berisik, wajahku tetap tegang tak bisa tersenyum, tanganku tremor tak terkendali, mataku tetap tiba-tiba basah dan nafasku yang kadang tersengal. Aku merasa cara ini tak mempan lagi, aku akan pulang.

Part 52

 THE FIRST BOOK THAT MADE ME CRY Sudah tiga hari aku terbaring di kasur. Sakit kepala yang tak kunjung usai membuatku enggan untuk bertemu matahari di luar sana. Tapi, hari ini aku ingin menentangnya. Nyeri yang masih membuatku meringis tiap aku melakukan gerakan besar, aku akan menjadikannya teman. Karena memang sejak aku remaja ia sudah kerap bermukim di kepalaku. Sudah menahun tinggal di dalam tempurung kepala ini. Aku bersiap menuju mal yang tak terlalu besar namun menjadi salah satu destinasi favorit warga Samarinda. Di dalamnya terdapat sebuah cafe, dan itulah tujuan utamaku. Makan siang, membaca buku dan menghabiskan waktu. Kali ini aku beranikan diri untuk menenggak minuman berkafein yang sejak dulu aku hindari karena asam lambungku menolak keras. Selama aku isi perut dulu dengan makanan berat, aku rasa tak mengapa. Aku sudah muak dengan obat-obat pereda nyeri yang nyatanya tak menghilangkan nyeri kepalaku ini, aku akan coba minum kafein siapa tau bisa sedikit mengurangi ny...

Part 51

Sering kali kudengar kabar tentang seseorang yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya entah karena sakit yang diam-diam merenggutnya, atau sebab lain yang tak kalah kelam. Kadang aku membayangkan, bagaimana jika suatu hari itu adalah diriku? Ada bagian terdalam dalam hatiku yang diam-diam merindukan lenyap tanpa jejak, pergi tanpa pamit, tanpa meninggalkan pesan, tanpa membekas di ingatan siapa pun. Andai takdir menuntunku pada tangan yang ingin mengakhiri hidupku, mungkin aku akan menerimanya tanpa perlawanan. Karena sesungguhnya, yang paling kutakuti… adalah pikiranku sendiri. Setiap hari, di telinga kiriku, kudengar detak jantungku sendiri seperti dentang bom yang tak pernah meledak, tapi terus menghitung waktu. Sakit kepala itu menari liar, berpindah dari kiri ke kanan, naik ke ubun-ubun, lalu turun ke pelipis dan menikam mataku. Aku lelah. Sangat lelah. Air mata ingin jatuh, tapi entah mengapa ia seperti malu menampakkan diri. Dulu, aku adalah jiwa yang mencintai buku. Kin...

Part 50

Terbagi menjadi tiga section, JONATHAN, SORE dan WAKTU. Mereka lah pemeran utama dalam cerita ini. Sore selalu berusaha untuk merubah takdir bahwa dalam beberapa tahun ke depan Jonathan akan meninggal karena serangan jantung. Sore ingin merubah kebiasaan Jonathan agar memiliki pola hidup yang lebih sehat dan bisa hidup lebih lama. Sore juga ingin mencoba memperbaiki hubungan Jo dengan papanya yang tidak akur. Setiap kali Sore melakukan hal yang akan membuat takdir berubah, semesta akan looping dan Sore harus mengulang dari hari pertama bertemu Jo di masa lalu, dan akan terus begitu. Time traveling ini pun menggerus tubuh Sore, tubuhnya akan melemah terutama ketika ia merasakan jantungnya berdetak kencang ia akan mimisan dan pingsan, yang kemudian akan looping kembali ke hari pertama bertemu Jo di masa lalu itu. Seiring berjalannya waktu Sore sadar, bahwa ada tiga hal yang tidak bisa dirubah. Masa lalu, rasa sakit, dan kematian . Sore tidak bisa merubah masa lalu Jo. Sore tidak bisa mer...